ulalalla

hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Belajar Secara Interaktif dengan E-Learning



 Belajar Secara Interaktif dengan E-Learning





 Perkembangan teknologi informasi yang cepat tidak disadari dapat berdampak pada aktivitas kehidupan sehari-hari, misalnya untuk kegiatan memperoleh informasi yang sebelumnya dengan lisan atau tulisan yang melalui kertas , sekarang informasi dapat diakses secara elektronik dengan mudah dan cepat. Hal yang sangat signifikan dari perkembangan teknologi informasi dalam akses terhadap informasi ataupun pengetahuan adalah penggunaan dokumen elektronik untuk menyimpan informasi tertentu misalnya e-book , surat kabar elektronik , portal , dan sebagainya. Selain dukungan dokumen elektronik , kemudahan akses terhadap informasi menjadi lebih cepat apabila suatu komputer dapat terhubung dengan komputer lain sehingga data (dokumen elektronik) dapat dipertukarkan melalui jaringan komputer. Bahkan dalam teknologi terkini kegiatan belajar tidak harus dilakukan di kelas karena dengan teleconference, seorang pengajar dapat bertatap muka dengan siswa secara langsung dengan perantara komputer yang terhubung dalam internet. pembelajaran elektronik dengan teleconference ini sering disebut online-learning. Salah satu lembaga pendidikan yang menyediakan fasilitas pembelajaran dalam jaringan(online) ini adalah Universitas Harvard , website dapat diakses di www.extension.harvard.edu.

Di Amerika Serikat pembelajaran dengan e-learning merupakan sesuatu yang lumrah. Pesatnya perkembangan pembelajaran secara elektronik di negeri Paman Sam ini juga tak lepas dari peran masyrakat dan pemerintah untuk mengbangkan dan meningkatkan konsep pembelajaran secara elektronik , selain itu tidak  menutup kemungkinan dukungan dari pihak perusahaan-perusahaan pengembang teknologi informasi. Jika dibandingkan dengan Indonesia, sistem pembelajaran secara elektronik masih jauh. Faktor klise yang mengahambat yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang memadai untuk sekolah-sekolah tertentu. Akan tetapi, untuk beberapa sekolah-sekolah yang terdapat di kota besar apalagi yang di pulau jawa , pembelajaran secara elektronik sudah cukup maju. Kesenjangan antara sistem belajar dari sekolah dengan fasilitas yang memadai dengan sekolah dengan fasilitas yang kurang memadai ini dapat menghambat pemerataan pendidikan di Indonesia. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk mengulas lebih jauh mengenai sistem pembelajaran dengan e-learning dan bagaimana solusinya untuk sekolah-sekolah dengan fasilitas yang kurang memadai.

1. Komponen Pembentuk E-Learning

Berdasarkan referensi yang diacu dari IEEE Lecturing Technology Standards Committe terdapat tiga komponen utama dalam pembentukan e-learning :

a.    Infrastruktur e-learning, yaitu dapat berupa personal computer (pc) , jaringan komputer , internet ,dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan yang mendukung teleconference apabila menggunakan layanan synchronous learning melalui teleconference .

 b.    Sistem dan aplikasi e-learning , yaitu sistem perangkat lunak yang memvirtualisasi proses belajar mengajar konvensional yang meliputi bagaimana manajemen kelas pembuatan materi atau konten ,forum diskusi , sistem penilaian , sistem ujian dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan LMS (Learning Management System). LMS banyak yang bersifat opensource sehingga bisa dimanfaatkan dengan mudah dan murah untuk dikembangkan di sekolah , universitas atau lembaga pendidkan lainnya.

c.     Konten e-learning , yaitu konten dan bahan ajar yang ada di Learning Management System  (LMS). Kontent dan bahan ajar ini bisa berbentuk multimedia based content (kontent berbentuk multimedia interaktif ) atau text based content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Konten e-learning dapat disimpan dalam LMS sehingga dapat diakses oleh siswa kapanpun dan dimanapun.

2. Sistem Pembelajaran Secara E-Learning Tidak Harus 'Ideal'

Masalah infrastruktur yang kurang memadai menjadikan terhambatnya implementasi pembelajaran e-learning ideal di beberapa sekolah daerah . Maksud dan tujuan dari e-learning yang ideal yaitu pihak lembaga menyediakan infrastruktur yang mendukung seperti peralatan yang mendukung teleconference, pihak yang bertugas untuk mengembangkan LMS untuk sekolah tersebut , dan sikap aktif dari pihak siswa maupun guru untuk memanfaatkan LMS tersebut. Berikut adalah salah satu alternatif solusi pembelajaran secara elektronik dengan fasilitas sederhana :

a.  Memanfaatkan Tempat Penyimpanan Online Gratis 

Meskipun sudah tersedia LMS yang opensource , namun untuk mengimplementasi, mengembangkan , dan memelihra LMS dibutuhkan tenaga ahli di bidang jaringan komputer. Oleh sebab penulis menawarkan solusi alternatif untuk simulasi pembelajaran secara elektronik yaitu dengan memanfaatkan repository gratis yang tersedia secara online. Telah tersedia banyak repository gratis di internet misalnya dropbox, mediafire, bitbucket, github , dan sebagainya.

Untuk apa repository online ini ? , mungkin ini pertanyaan yang cukup sering muncul, tentunya repository online ini digunakan untuk menyimpan konten e-learning. Selain untuk penyimpanan secara online, kita dapat membuat grup online  sehingga seolah-olah pengguna repository online ini dapat digunakan untuk berbagi materi secara online, mirip dengan pembelajaran dalam kelas. Anggota grup online ini dapat berbagi berkas tanpa diketahui oleh pihak luar , fasilitas yang demikian dapat memabantu pihak pengajar untuk memberikan tugas belajar kelompok secara online. Bahkan dalam dropbox terdapat fitur dimana pengeditan file secara langsung, misalnya kita sedang mengubah bagian tertentu suatu dokumen , maka perubahan ini juga akan di-update di dropbox, sehingga anggota lain dapat langsung melihat hasil perubahan dokumen tersebut secara langsung (online) tanpa harus mengunggah file hasil editing tersebut terlebih dahulu. Mudah bukan ? , jadi ini mirip dengan peribahasa "kalau tidak rotan akar pun jadi" , kalau tidak ada LMS maka dropbox pun jadi.

b. Belajar Online dengan Social Media

Jika masih bingung menggunakan tempat repository gratis , maka solusi alternatif yaitu menggunakan social media. Solusi ini merupakan suatu bentuk anti-mainstream, dimana social media yang awalnya di desain untuk kepentingan sosial ternyata juga dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran secara elektronik. Pengalaman penulis dalam belajar bahkan sering menggunakan twitter atau facebook untuk mengkomunikasikan tugas kuliah.


Kita dapat memanfaatkan suatu grup dalam facebook sebagai tempat forum diskusi untuk suatu tugas kelompok dan notulensi dari hasil diskusi ini disimpan dalam google docs. Apabila tugas hanya ingin dilihat oleh anggota kelompok saja , maka dapat digunakan grup chat. Selain dengan menggunakan facebook , twitter juga merupakan salah satu social media andalan penulis dalam mengerjakan tugas, karena salah satu dosen mata kuliah matematika teknik sering mengunggah slide kuliah di twitter melalui shorten URL slideshare. Karena kemudahan dan fleksibilitas dari pengaksesan informasi , bahan ajar , dan sebagainya wajar jika sekarang muncul istilah
                               
                                   "bodoh adalah pilihan"

Jadi sudah saatnya berhenti untuk menyalahkan pihak lain terkait terhambatnya sistem pembalajaran secara elektronik ini , sudah waktunya untuk bergegas mengambil langkah aktif dan kreatif dalam menyelesaikan keterbatasan.

3. Pengalaman Penulis Menggunakan E-Learning 

Selain menggunakan LMS yang ada di kampus , penulis juga memanfaatkan social media untuk mengerjakan tugas. Selain itu penulis juga ingin berkesempatan untuk menyampaikan bahwa pembelajaran secara elektronik tidak harus melalui LMS yang ada di kampus , tapi kita harus dengan maksimal mwmanfaatkan opencourse yang banyak tersedia di internet. Lebih baik lagi kalau menggunakan opencourse yang memberikan sertifikat kelulusan, serifikat ini nantinya dapat digunakan untuk melamar pekerjaan atau melamar beasiswa. Apabila materi yang ada di LMS kurang cukup maka kita dapat mencari materi lain yang tersedia di opencourse. Beberapa opencourse di Indonesia yang dinilai cukup baik (hasil penilain  webomtrics) yaitu kuliah.itb.ac.id , mti.ugm.ac.id , ocw.ui.ac.id ,dan lecturer.eepis-its.edu. Sedangkan untuk situs opencourse yang memberikan sertifikat online sebagai tanda bukti bahwa kita telah mengikuti mata pelajaran tertentu dalam situs kuliah online  yaitu https://www.edx.org/ . edx merupakan opencourse yang dikembangkan oleh Universitas Harvard dan Massachusettes Institute of Technology (MIT) tidak hanya untuk mahasiswa kampus tersebut namun juga untuk pihak luar.

                                                                 sumber : dokumen MIT
berikut adalah contoh bentuk sertifkat yang dapat dipeoleh dari mengikuti online course yang diselenggarakan oleh edx :
                                                                 sumber : dokumen edx

Para guru dapat menambah referensi dengan opencourse yang tersedia banyak di internet ini. Karena dengan terbukanya wawasan guru terhadap opencourse , maka pola pengajaran dapat menjadi lebih dinamis. Dengan menambah referensi dari materi yang terdapat di internet kususnya dari luar negeri dapat menjadi tambahan wawasan bagaimana pola kurikulum pengajaran yang terdapat di luar negeri jika dibandingkan dengan Indonesia. "Tidak ada gading yang tak retak" , ini mengingatkan kita bahwa kurikulum di negeri sendiri bukanlah yang paling baik , bahkan masih banyak yang perlu diperbaiki. Selain peran guru, siswa juga harus aktif dalam memanfaatkan situs belajar online yang tersedia di internet misalnya untuk belajar fisika dapat dikases tofi.or.id , situs belajar ini berisi bahan ajar fisika yang cukup berbobot sehingga dapat menambah wawasan siswa. Sedangkan untuk mengikuti latihan mengerjakan secara online, juga banyak di internet , misalkan latihan online SNMPTN , UN, ulangan harian dan sbagainya. Oleh sebab itu apabila adanya peran aktif dari pihak guru dan siswa maka dengan peralatan yang seadanya kita dapat menciptakan sistem belajar online secara sederhana .

Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Blog XL Memajukan Negeri : "Untuk Guru dan Siswa"